Perbedaan antara Meditasi dengan Konsentrasi

Ilustrasi meditasi

Aku tidak mengajarkan konsentrasi; aku mengajarkan meditasi. Dan perbedaannya adalah ini: konsentrasi adalah penyempitan pikiran. Dan aku berkata kepadamu, bahwa bahkan seekor unta bisa melewati lubang jarum, tetapi orang yang berkonsentrasi tidak bisa melewati gerbang Tuhan – karena pikiran menjadi lebih sempit dan semakin sempit, itulah keseluruhan makna konsentrasi.

Meditasi bukanlah konsentrasi. Meditasi adalah kesadaran sederhana – pelebaran pikiran, pelebaran kesadaran – perluasan, bukan penyempitan. Meditasi mencakup semuanya.

Engkau mendengarkan aku … jika engkau sedang mendengarkan aku, dan pada saat yang sama suara dari burung gagak tidak mencapai kesadaranmu, itu adalah konsentrasi. Maka engkau mungkin ingat apa yang aku katakan, tetapi engkau tidak akan pernah mengerti – karena pikiran yang sempit tidak bisa mengerti banyak. Tetapi sementara aku berbicara dan gagak berbunyi dan burung-burung sedang bernyanyi – dan engkau tidak menyempit; engkau mengalir ke segala arah, sadar akan semua – pada saat ini, kesadaran engkau terbuka untuk setiap kemungkinan yang sedang terjadi. Kemudian aku sedang berbicara dan gagak sedang berbunyi dan tidak ada konflik, karena konflik hanya muncul ketika engkau sedang berkonsentrasi. Tidak ada konflik di sana. Pada saat yang sama, secara bersamaan, semua sedang terjadi.

Meditasi

Setiap momen bersifat multi dimensi. Jika engkau hanya sadar, engkau mendengarkan aku dan engkau mendengarkan gagak juga, dan engkau tidak terganggu. Hanya orang-orang yang berkonsentrasi yang terganggu dan teralihkan perhatiannya. Orang yang bermeditasi tidak pernah terganggu, karena tidak ada sesuatu pun yang bisa mengganggunya. Dia tidak sedang menyempitkan pikirannya; dia tidak mengecualikan/melarang apa pun – dia menyertakan semuanya. Dia hanya berada di sini dan sekarang. Dan apa pun yang terjadi – jika Tuhan merasa ingin berbunyi melalui gagak itu sangat baik. Dan jika Dia berpikir untuk menyanyikan lagu melalui seekor burung – sangat indah.

Kemudian segala sesuatunya diterima; maka keseluruhannya diperbolehkan.

Apakah engkau pernah memerhatikan? Ketika engkau sedang mencoba untuk mengingat satu nama atau satu kata, semakin engkau mencoba, semakin sedikit kemungkinan untuk berhasil – karena pikiran menjadi lebih sempit dan semakin sempit. Kemudian engkau menghentikan seluruh usahanya; engkau bersantai di kursi dan minum teh – dan tiba-tiba nama itu ada di sana. Pikiran tidak lagi sempit; ketegangannya hilang – usaha tidak lagi ada di sana; engkau telah menjadi tanpa usaha. Maka engkau telah menjadi meditatif.

Meditasi adalah kesadaran yang tanpa usaha; konsentrasi adalah penyempitan pikiran dengan banyak usaha. Aku mengajarkan meditasi; Aku mengajarkan perluasan kesadaran, kemampuan untuk mengalir ke segala arah secara bersamaan. Bukalah semua pintu keberadaanmu. Mengapa harus menyempit? Biarkanlah langit masuk dari semua pintu; biarkanlah cahaya datang dari semua jendela; biarkanlah angin sepoi-sepoi bertiup dari segala arah. Mengapa harus menyempit? Sertakanlah segala sesuatunya…

Ingatlah, ketika engkau berada dalam suasana hati yang santai, egomu tidak ada. Ia ada hanya ketika engkau berada dalam suasana hati yang tegang. Ketika engkau santai, engkau adalah bagian dari keseluruhan; engkau tidak ada. Kemudian batas-batasnya menjadi kabur; maka keseluruhan dan bagiannya tidak lagi terpisah.

OSHO ~ Come Follow to You, Vol 3, Chpt 6

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s