Hubungan Kundalini dengan Pertanyaan Siapa Aku Bagian 1

Gambar-meditasi-kundalini-dengan-simbol-energi-bersayap

Nafas adalah penghubung jiwa dengan tubuh; nafas membentuk jembatan antara keduanya. Itulah sebabnya dengan lenyapnya nafas, kehidupan lenyap. Hidup terus berjalan meski otak rusak. Seseorang dapat bertahan hidup bahkan jika mata atau anggota tubuh lainnya diamputasi. Tetapi jika nafas berhenti, hidup akan segera berakhir. Pernapasan benar-benar menyatukan tubuh dengan jiwa.

Dan di persimpangan antara jiwa dan raga, pada titik pertemuan mereka, energi yang dikenal sebagai kundalini berada. Kundalini, atau nama apapun yang kau berikan, adalah energi yang sama, dan berada di persimpangan tubuh dan jiwa.

Oleh karena itu energi ini memiliki dua bentuk. Ketika energi ini mengalir ke tubuh, energi ini menjadi seks; dan ketika mengalir menuju jiwa, energinya menjadi kundalini atau apapun engkau menyebutnya. Energi ini turun saat bergerak ke tubuh dan naik saat bergerak ke jiwa. Jadi kundalini adalah energi yang naik, seks adalah energi yang turun. Tetapi tempat kundalini, tempat lokasi persimpangan itu, dipukul dan digerakkan oleh nafas, nafas yang dalam dan cepat.

Engkau akan terkejut mengetahui bahwa engkau tidak bisa menjaga nafas tetap tenang saat bercinta. Bercinta membawa perubahan langsung dalam gerakan napas. Tidak lama setelah seseorang terangsang secara seksual, maka pernapasan pun meningkat. Karena kalau pernapasan tidak mengenai pusat energinya -energi seks tidak dapat bergerak tanpa dipukul dan dirangsang oleh pernapasan- hubungan seksual tidak mungkin dilakukan. Sama halnya, samadhi atau ekstasi tidak mungkin terjadi kecuali kundalini ini dipukul dan dirangsang oleh pernapasan.

Samadhi adalah puncak, titik tertinggi dari energi yang naik, dan seks adalah titik terendah, titik terendah dari energi yang turun. Tapi nafas bekerja di kedua arah dengan cara yang sama.

Cobalah. Jika pikiranmu penuh dengan seks, rilekskan pernapasanmu, perlambat nafasnya. Atau jika pikiran berada dalam cengkeraman amarah atau hasrat nafsu apa pun, perlambat laju pernapasan, rilekskan, dan engkau akan menemukan seks, amarah, atau apa pun itu, telah meninggalkanmu. Mereka tidak bisa bertahan, karena energi yang menopang mereka datang melalui pernapasan. Tanpa dirangsang oleh pernapasan, energi ini tidak dapat bekerja. Oleh karena itu tidak ada yang bisa marah jika nafasnya lambat, stabil dan santai. Akan menjadi keajaiban mutlak jika seseorang bisa marah sambil bernapas dengan sangat lambat dan santai. Itu tidak mungkin. Kemarahan menghilang begitu pernapasan diperlambat dan rileks. Seseorang juga tidak bisa terangsang secara seksual dalam keadaan pernapasan yang lambat dan rileks. Keinginan untuk seks menghilang dengan melambatnya nafas. Jadi perlambat dan rilekskan pernapasanmu saat pikiran penuh dengan seks atau kemarahan atau keinginan lainnya.

Dan ketika pikiranmu diliputi oleh kehausan, kerinduan untuk meditasi, maka percepat laju pernapasanmu dan pukullah kundalini dengan pernapasan yang dalam. Karena dengan kerinduan di dalam dan hentakan napas ini, energi tertancap kuat dalam perjalanan meditasinya.

Pernapasan dalam memiliki efek yang sangat besar pada kundalini. Pranayama, ilmu pernapasan yoga, tidak ditemukan begitu saja. Ilmu ini telah melalui percobaan dan penyelidikan yang panjang dan melalui pengalaman sekian lama. Dari ilmu ini diketahui bahwa banyak hal dapat dicapai dengan bantuan pernapasan dan pukulan pada kundalini. Sungguh banyak hal yang bisa dilakukan melalui pernapasan yang dalam dan cepat. Dan semakin kuat dan keras pukulannya, semakin cepat pergerakan energinya. Dan sejauh menyangkut kita orang-orang biasa -yang kundalininya telah tertidur selama tak terhitung banyaknya kehidupan- kebutuhan akan pukulan yang intens dan keras, pukulan dengan segenap kekuatan kita, jauh lebih besar.

Pernapasan menyentuh kundalini, energi dasar. Dan saat pengalamanmu semakin dalam, engkau akan melihat dengan jelas bahkan dengan mata tertutup tempat yang tepat di mana kundalini terkena pukulan pernapasan. Sering terjadi bahwa dengan pukulan melalui pernapasan dalam, seseorang akan terangsang secara seksual. Hal ini terjadi karena tubuhmu hanya mengenal pengalaman ini, pengalaman seks yang dibangkitkan melalui pernapasan dalam. Jadi, sebagaimana kebiasaannya, tubuh mulai bergerak ke arah seks yang biasa kau rasakan setiap kali engkau bernapas dalam dan cepat. Dan itulah alasan mengapa banyak pencari -baik pria maupun wanita- merasa bahwa pernapasan dalam segera merangsang pusat seks mereka.

Ini wajar saja. Tetapi karena itulah Gurdjieff banyak disalahpahami dan difitnah; meskipun dia sama sekali tidak bersalah. Kesalahan seharusnya tidak terletak kepadanya. Faktanya adalah getaran di sekitar orang yang kundalini-nya terbangun sedemikian rupa besarnya sehingga mulai memengaruhi kundalinimu begitu engkau mendekatinya. Dan karena kundalinimu tertidur di dekat pusat seksmu, getaran dari orang yang terbangun menghantammu di pusat seksmu. Begitulah yang terjadi pada pertemuan pertama.

Nafas yang dalam dan cepat pasti akan berdampak besar pada kundalini. Dan semua pusat energi, yang kau sebut chakra, tidak lain adalah tempat berhenti bagi kundalini dalam perjalanannya. Ini adalah pusat-pusat yang dilewati kundalini. Biasanya ada sejumlah pusat semacam itu, dan perkiraan tempatnya berbeda-beda. Tetapi secara garis besar ada tujuh pusat penting di mana kundalini, saat bergerak ke atas dan ke bawah, cenderung berhenti dan beristirahat untuk sementara. Dan itu akan berpengaruh ketika kundalini bertemu dengan pusat-pusat itu. Efek pertamanya akan terasa di bagian tengah yang merupakan pusatmu yang paling aktif. Misalnya, jika seseorang terus menerus bekerja dengan otaknya, maka dengan menarik napas dalam-dalam kepalanya akan menjadi sangat berat. Itu terjadi karena pusat energi otaknya adalah pusat yang paling aktif. Dampak pertama dari pernafasan akan terasa di kepalanya. Begitu tubuh bagian tengahnya aktif, kepalanya akan menjadi berat. Dan jika seseorang itu aktif secara seksual, pusat seksnya akan terangsang pada saat pertama.

Demikian pula seorang manusia yang penuh kasih akan menemukan cintanya dirangsang, ditingkatkan dan mengalir. Dan jika dia emosional, emosinya akan meningkat.

Jadi pusat energi yang paling aktif akan dipukul dan dirangsang terlebih dahulu oleh pernapasan dalam dan cepat. Tetapi hal itu akan segera mempengaruhi pusat-pusat energi lainnya juga. Dan sesuai dengan perubahan, transformasi kepribadian dimulai secara bersamaan. Engkau akan mulai mengetahui bahwa dirimu sedang berubah; Engkau bukanlah orang yang sama seperti dirimu yang sekarang.

Kita tidak tahu bahwa ada banyak kemungkinan dalam diri kita masing-masing. Kita hanya mengenal pusat energi kita yang aktif dan dominan dan di mana saat ini kita berada. Jadi ketika pusat energi lain terbuka, sepertinya kepribadian lama kita hilang dan manusia baru muncul menggantikannya. Atau sepertinya kita sekarang tidak sama seperti dulu. Fenomenanya seperti ini: Aku hanya mengetahui satu ruangan di rumah tempatku tinggal, dan aku membawa jejak ruangan ini dalam pikiranku. Tiba-tiba suatu hari sebuah pintu terbuka dan ruangan lain muncul di hadapanku. Kemudian seluruh peta rumah di pikiranku akan mengalami perubahan. Sekarang rumah yang kupikir sebagai milikku akan menjadi rumah yang sangat berbeda, dan aku perlu mengatur petanya lagi di pikiranku.

Saat berbagai pusat dipukul dan diaktifkan, dimensi baru dalam hidupmu akan mulai terungkap dan terwujud. Dan ketika semua pusat aktif bersama – yaitu, ketika energi yang mengalir melalui mereka semua sudah seimbang – maka untuk pertama kalinya kita akan menjalani hidup seutuhnya; kita akan hidup sepenuhnya.

OSHO – In Search of the Miraculous

it is the breath that connects the soul with the body; breath forms the bridge between the two. That is why with the cessation of the breath life ceases to be. Life goes on even if the brain is damaged. One can survive even if one’s eyes or other bodily limbs are amputated. But if the breath stops, life will come to an end immediately. Breathing really joins the body to the soul.

And it is at the junction of the soul and the body, at their meeting point, where the energy known as kundalini resides. Kundalini, or whatever name you give it, is the same energy, and it resides at the junction of the body and soul.

Therefore this energy has two forms. When this energy flows towards the body, it becomes sex; and when it flows towards the soul, it becomes kundalini or whatsoever you call it. And this energy is descendent while moving to the body and it is ascendent while moving to the soul. So while kundalini is an ascending energy, sex is a descending one. But the seat of kundalini, the place of its location, is hammered and moved by breathing, deep and fast breathing.

You will be surprised to know that you cannot keep your breath tranquil while making love. Love- making brings about an immediate change in the movement of the breath. No sooner is one excited sexually, than breathing is stepped up. Because unless breathing hits this center, sex energy cannot get moving without being hit and stimulated by breathing, sexual intercourse is impossible. The same way, samadhi or ecstasy is impossible unless this kundalini is hit and stimulated by breathing.

Samadhi is the apex, the highest point of the ascending energy, and the sex act is the nadlr, the lowest point of the descending energy. But the breath ing works equally in both directions.

Try it. If your mind is full of sex, relax your breathing, slow down its pace. Or if the mind is in the grip of anger or any lustful desire, slow down the pace of breathing, relax it, and you will find sex, anger, or whatsoever it is, has left you. They simply cannot last, because the energy that sustains them comes through breathing. Without being stimulated by breathing this energy cannot work. Therefore no one can be angry if he keeps his breathing slow, steady and relaxed. And it would be a miracle, nothing short of an absolute miracle, if one can be angry while breathing in a very slow and relaxed manner. It is impossible. Anger disappears as soon as breathing is slowed down and relaxed. Nor can one be sexually excited in a state of slow and relaxed breathing. Desire for sex disappears with the slowing of the breath. So slow down and relax your breathing when the mind is full of sex or anger or any other desire.

And when your mind is seized with the thirst, the longing for meditation, then accelerate the pace of your breathing and hammer the kundalini with deep breathing. Because with this longing within and the hammering of breathing, the energy is firmly set on its journey of meditation.

Deep breathing has a profound effect on the kundalini. Pranayama, the science of yogic breathing, was not discovered unnecessarily. Through long experiments and investigations and through enduring experiences it was known that a great deal can be accomplished with the help of breathing and its hammering on the kundalini. Really a lot can be done through deep and fast breathing. And the more intense and strong the hammering, the swifter the movement of energy. And so far as we ordinary people are concerned, whose kundalini has been asleep for countless lives, the need for intense and hard hammering, hammering with all our strength is much greater.

Breathing hits the kundalini, the basic center of energy. And as your experience will deepen you will clearly see even with closed eyes the exact spot where it is hit by breathing. So it often happens that with the hammering through deep breathing one gets aroused sexually. It so happens because your body is acquainted only with this experience, the experience of sex being aroused through deep breathing. So as a mat ter of habit the body begins to move in the familiar direction of sex whenever you breathe deep and fast. And that is the reason why many seekers – both men and women – have the feeling that deep breathing stimulates their sex center immediately.

This was only natural. But because of it Gurdjieff was much misunderstood and maligned; although he was not at all at fault. The blame should not lie at his door. The fact is that the vibes around a person whose kundalini is awakened, are such that they begin to affect your kundalini as soon as you go near him. And since your own kundalini is asleep near your sex center, the vibes of the awakened one hit you at your sex center. That is how it happens at the first contact.

Deep and fast breathing is bound to have a profound effect on the kundalini. And all the centers, which you call chakras, are nothing but halting places for the kundalini on its journey’s way. These are the centers through which the kundalini passes. Ordinarily there are any number of such centers, and there are different estimates of them. But broadly speaking there are seven important centers where the kundalini, while moving up and down, is likely to halt and rest for awhile. And it will have its effect when it comes in contact with them. And its first effects will be felt on the center which is your most active center as such. For instance, if a person constantly works with his brain, then with deep breathing his head will become very heavy. It will be so because his brain center happens to be his most active center. The first impact of breathing will be felt on his head, his active center, and it will become heavy. And if a person is sexual, his sex center will be stimulated in the first instant.

So the most active center will be hit and stimulated first by deep and fast breathing. But very soon it will begin to affect other centers too. And accordingly a change, a transformation of the personality begins simultaneously. You will begin to know that you are changing; you are not the same person that you were up to now.

We don’t know that there are very many possibilities within each one of us. We are familiar with only that center of ours which is active and dominant and where we exist. So when another center opens up it seems that our old personality is gone and a new man has appeared in its place. Or it seems we are now not the same as we were before. It is like this: I am aware of only one room in a house where I live, and I carry the imprint of this room in my mind. And suddenly one day a door opens and another room appears before me. Then my whole mental map of the house will undergo a change. Now the house that I had thought to be mine will be a very different house, and I will need to arrange it anew.

So as the various centers will be hit and activated, new dimensions of your life will begin to unfold and manifest themselves. And when all the centers will be active together – that is, when energy will flow through them all uniformly – then for the first time we will live a whole life; we will live totally.

OSHO – In Search of the Miraculous

Satu pemikiran pada “Hubungan Kundalini dengan Pertanyaan Siapa Aku Bagian 1

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s